Artikel Indonesia Kelas X, XI XII
MAKALAH INDONESIA
Sabtu, 20 Desember 2014
No. Mata Pelajaran Kompetensi Deskripsi
1. SKI Pengetahuan
A Sangat baik, sudah memahami seluruh kompetensi pengetahuan dari cabang seni rupa terutama dalam memahami gambar flora, fauna dan alam benda serta ragam hias dengan sangat baik. Sedang dalam cabang seni musik sudah memahami materi tentang teknik vokal dan musik ansambel dengan sangat baik dan benar
A- Sangat baik, sudah memahami seluruh kompetensi pengetahuan dari cabang seni rupa terutama dalam memahami gambar flora, fauna dan alam benda serta ragam hias cukup baik dan benar, sedangkan dalam cabang seni musik sudah memahami materi teknik vokal dan musik ansambel cukup baik dan benar.
B+ Baik, sudah memahami seluruh kompetensi pengetahuan dari cabang seni rupa terutama dalam memahami gambar flora dan fauna serta alam benda dan ragam hias dengan baik. Sedangkan dalam cabang seni musik sudah meamahami materi tentang teknik vokal dan musik asambel dengan sangat baik.
B Baik, sudah memahami seluruh kompetensi pengetahuan dari cabang seni rupa terutama dalam memahami gambar fauna,flora dan alam benda serta ragam hias hias dengan baik, sedangkan cabang seni musik, sudah memahami materi tentang teknik vokal dan musik asamble dengan baik.
B- Baik, sudah memahami seluruh kompetensi pengetahuan dari cabang seni rupa terutama dalam memahami gambar flora, fauna dan alam benda serta ragam hias dengan cukup baik. Sedangkan dalam cabang seni musik sudah memahami materi tentang teknik vokal dan musik asamble dengan cukup baik.
2. Keterampilan
A SENI MUSIK
Dapat membuat gambar flora, fauna, dan alam benda serta ragam hias dengan kreatif berdasar ide/gagasan yang dimilikinya sesuai teknik-teknik menggambar dengan sangat rapih.
SENI RUPA
Dapat membawakan/menyanyikan lagu daerah secara unisono dengan sangat baik sesuai teknik vokal dan dapat memainkan alat musik melodis serta menampilkan secara perorangan maupun kelompok dengan sangat baik
A- Seni rupa
Dapat membuat gambar flora, fauna, dan alam benda serta ragam hias dengan kreatif berdasar ide/gagasan yang dimilikinya sesuai teknik-teknik menggambar dengan cukup rapih.
SENI RUPA
Dapat membawakan/menyanyikan lagu daerah secara unisono dengan sangat baik sesuai teknik vokal dan dapat memainkan alat musik melodis serta menampilkan secara perorangan maupun kelompok dengan cukup baik.
B+ Dapat membuat gambar flora, fauna, dan alam benda serta ragam hias dengan kreatif berdasar contoh sesuai teknik-teknik menggambar dengan sangat rapih.
SENI RUPA
Dapat membawakan/menyanyikan lagu daerah secara unisono dengan sangat baik sesuai teknik vokal dan dapat memainkan alat musik melodis tatapi masih memerlukan latihan dalam menampilkan secara perorangan.
B Seni rupa
Dapat membuat gambar flora, fauna dan benda serta ragam hias berdasarkan contoh sesuai dengan teknik-teknik menggambar dengan Rapih
Seni musik
Dapat membawakan/ menyayikan lagu daerah secara unisono dengan baik sesuai teknik vokal dan dapat memainkan alat musik melodis tetapi masih memerlukan latihan dalam penampilan secara kelompok dengan baik.
B- Seni rupa
Dapat membuat gambar flora, fauna dan benda serta ragam hias berdasarkan contoh sesuai dengan teknik-teknik menggambar dengan Rapih
Seni musik
Dapat membawakan/ menyayikan lagu daerah secara unisono dengan baik sesuai teknik vokal dan dapat memainkan alat musik melodis tetapi masih memerlukan latihan dalam penampilan secara kelompok dengan cukup baik
Sikap Sosial dan Spiritual
A Sudah sangat konsisten menunjukkan sikap mensyukuri , semangat belajar, jujur, disiplin, dan kerjasama, dan memiliki sikap percaya diri
A- Cukup konsisten dalam menunjukan sikap mensyukuri, jujur, disiplin,tetapi rasa percaya diri perlu ditingkatkan.
B+ konsisten dalam menunjukkan sikap mensyukuri , semangat belajar, jujur, disiplin, kerjasama, tetapi perlu lebih meningkatkan percaya diri dan kerja sama perlu ditingkatkan
B Sudah cukup konsisten menunjukkan sikap mensyukuri, semangat belajar, tetapi perlu meningkatkan kedisiplinan, kerjasama dan percaya diri dalam berbicara/bertanya.
B- cukup konsisten menunjukkan sikap mensyukuri keberadaan bahasa, jujur, tetapi tanggung jawab dan semangat belajar perlu ditingkatkan.
NILAI DAN DESKRIPSI PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS MTS. NEGERI GARUT TH PELAJARAN 2014/2015
NILAI DAN DESKRIPSI PENCAPAIAN KOMPETENSI
PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS
MTS. NEGERI GARUT TH PELAJARAN 2014/2015
No. Mata Pelajaran Kompetensi Deskripsi
1
Bahasa Inggris
Pengetahuan
A 'Sudah sangat memahami seluruh aspek keterampilan berbahasa, terutama dalam memahami struktur teks, membedakan teks, mengidentifikasi teks dan pengunaan unsur kebahasaan sangat baik dan benar
A- Sudah baik dalam memahami seluruh aspek keterampilan berbahasa, terutama dalam memahami struktur teks, membedakan teks, mengidentifikasi teks, dan pengunaan unsur kebahasaan sudah baik dan benar
B+ Sudah memahami aspek keterampilan berbahasa, terutama dalam memahami struktur teks, membedakan teks, mengidentifikasi teks, tetapi harus hati-hati dalam pengunaan unsur kebahasaan.
B Sudah memahami aspek keterampilan berbahasa, terutama dalam memahami struktur teks, tetapi harus lebih teliti dalam membedakan teks, mengidentifikasi teks, pengunaan unsur kebahasaan.
B- 'Sudah memahami aspek keterampilan berbahasa, tetapi harus lebih teliti terutama dalam memahami struktur teks, membedakan teks, mengidentifikasi teks, dan dalam pengunaan unsur kebahasaan.
2 Keterampilan
A 'Sangat terampil sekali dalam menangkap makna, menyusun teks, menelaah/ merevisi dan membuat teks dengan memperhatikan isi, tujuan teks, struktur teks dan penggunaan bahasa dan cara penulisan sangat baik
A- Sudah terampil dalam menangkap makna, menyusun teks, menelaah/ merevisi dan membuat teks dengan memperhatikan isi, tujuan teks, struktur teks dan penggunaan bahasa dan cara penulisan dengan baik.
B+ Sudah cukup terampil dalam menangkap makna, menyusun teks, menelaah/ merevisi dan membuat teks dengan memperhatikan isi, tujuan teks, struktur teks dan penggunaan bahasa dan cara penulisan.
B Sudah cukup terampil dalam menangkap makna, menyusun teks, menelaah/ merevisi dan membuat teks dengan memperhatikan isi, tetapi masih harus ditingkatkan dalam menyusun tujuan teks, struktur teks dan penggunaan bahasa dan cara penulisan.
B- Sudah cukup terampil dalam menangkap makna, tetapi masih harus ditingkatkan dalam menyusun teks, menelaah dan membuat teks dengan memperhatikan isi, tujuan teks, struktur teks dan penggunaan bahasa dan cara penulisan.
3
Sikap Sosial dan Spiritual
A Sudah konsisten menunjukkan sikap mensyukuri keberadaan bahasa, semangat belajar, jujur, disiplin, dan kerjasama, dan memiliki sikap percaya diri
A- Sudah baik dalam menunjukkan sikap mensyukuri keberadaan bahasa, semangat belajar, jujur, disiplin, kerjasama, tetapi perlu lebih meningkatkan percaya diri dalam berbicara/bertanya.
B+ Sudah baik dalam menunjukkan sikap mensyukuri keberadaan bahasa, semangat belajar, jujur, disiplin, kerjasama, tetapi perlu lebih meningkatkan percaya diri dalam berbicara/bertanya.
B Sudah cukup baik dalam menunjukkan sikap mensyukuri kebeadaan bahasa, semangat belajar, kedisiplinan, tetapi masih perlu meningkatkan kerjasama dan percaya diri dalam berbicara/bertanya.
B- Sudah cukup baik dalam menunjukkan sikap mensyukuri keberadaan bahasa, jujur, tetapi masih perlu meningkatkan kedisiplinan, semangat belajar, kerjasama dan percaya diri dalam berbicara/bertanya.
DESKRIPSI PENCAPAIAN KOMPETENSI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BTQ
DESKRIPSI PENCAPAIAN KOMPETENSI KURIKULUM 2013
MATA PELAJARAN BTQ
1. PENGETAHUAN
NO NILAI DESKRIPSI
1 A Sangat baik, mengetahui hukum-hukum membaca dan menulis Al-Quran sesuai makhorijul huruf.
2 A- Baik, mengetahui hukum-hukum membaca dan menulis Al-Quran sesuai makhorijul huruf.
3 B+ Cukup baik, mengetahui hukum-hukum membaca dan menulis Al-Quran sesuai makhorijul huruf tetapi ada jenis mad tertentu yang belum dipahami
4 B Cukup Baik. mengetahui hukum-hukum membaca dan menulis Al-Quran sesuai makhorijul huruf tetapi ada jenis mad tertentu dan hukum mim mati yang masih tertukar penggunaannya
5 B- Cukup baik. mengetahui hukum-hukum membaca dan menulis Al-Quran sesuai makhorijul huruf tetapi ada jenis mad tertentu dan hukum mim mati yang sering tertukar penggunaannya
2. KETERAMPILAN
NO NILAI DESKRIPSI
1 A Sangat baik, dapat Membaca Al-Quran sesuai dengan makhorijul huruf dan dapat menalar surat-surat pendek, derngan menggunakan kaidah atau hukum tajwid
2 A- Baik, dapat Membaca Al-Quran sesuai dengan makhorijul huruf dan dapat menalar surat-surat pendek, derngan menggunakan kaidah atau hukum tajwid
3 B+ Cukup baik., Dapat Membaca Al-Quran sesuai dengan makhorijul huruf dan dapat menalar surat-surat pendek, derngan menggunakan kaidah atau hukum tajwid tetapi ada jenis mad tertentu yang belum dipahami dalam penggunaan membacanya
4 B Cukup baik, Dapat Membaca Al-Quran sesuai dengan makhorijul huruf dan dapat menalar surat-surat pendek, derngan menggunakan kaidah atau hukum tajwid tetapi ada jenis mad tertentu dan hukum nun mati yang masih tertukar dalam penggunaan membacanya
5 B- Cukup baik Dapat Membaca Al-Quran sesuai dengan makhorijul huruf dan dapat menalar surat-surat pendek, derngan menggunakan kaidah atau hukum tajwid tetapi ada jenis mad tertentu dan hukum nun mati yang sering tertukar dalam penggunaan membacanya
3. SIKAP
NO NILAI DESKRIPSI
1 A Sangat baik, meyakini/ mencintai Al-Quran sebagai pedoman, disiplin, rajin dan terbiasa berlatih menalar surat pendek dalam juz amma
2 A- Baik, meyakini/ mencintai Al-Quran sebagai pedoman, disiplin, rajin dan terbiasa berlatih menalar surat pendek dalam juz amma
3 B+ Cukup baik. meyakini/ mencintai Al-Quran sebagai pedoman, disiplin, rajin berlatih menalar surat pendek dalam juz amma tetapi harus lebih terbiasa melakukannya
4 B Cukup baik. meyakini/ mencintai Al-Quran sebagai pedoman, suka berlatih menalar surat pendek dalam juz amma tetapi harus lebih rajin dan terbiasa melakukannya
5 B- Cukup baik. meyakini/ mencintai Al-Quran sebagai pedoman, suka berlatih menalar surat pendek dalam juz amma tetapi harus lebih didiplin dan rajin serta terbiasa melakukannya
MAKALAH IPS UNTUK SMA SMK SMP
DESKRIPSI PENCAPAIAN KOMPETENSI KURIKULUM 2013
MATA PELAJARAN PRAKARYA
A. PENGETAHUAN
NO NILAI DESKRIPSI
1 A Sangat Baik sekali dalam menguasai komptensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
2 A- Sangat Baik dalam menguasai komptensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik.
menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
3 B+ Rerata Baik dalam menguasai komptensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, tetapi masih perlu itingkatkan dalam kompetensi meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
4 B Rerata Baik dalam menguasai kompetensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., tetapi masih perlu ditingkatkan dalam kompetensi menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
5 B- Cukup Baik dalam menguasai komptensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., tetapi masih perlu itingkatkan dalam kompetensi menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
6 C+ Cukup, tetapi masih perlu ditingkatkan dalam menguasai komptensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
7 C Kurang, dalam menguasai kompetensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
8 C- Kurang Sekali, dalam menguasai kompetensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
9 D+ Belum Tuntas dalam menguasai kompetensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
10 D Belum Tuntas dalam menguasai kompetensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
B. KETERAMPILAN
No NILAI DESKRIPSI
1 A Sangat trampil sekali dalam menguasai semua kompetensi terutama dalam komptensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
2 A- Baik sekali dalam menguasai semua kompetensi terutama dalam komptensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
3 B+ Cukup trampil dalam menguasai komptensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, tetapi masih perlu itingkatkan dalam kompetensi meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebayar.
4 B Cukup trampil dalam menguasai kompetensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., tetapi masih perlu ditingkatkan dalam kompetensi menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
5 B- Cukup Trampil dalam menguasai komptensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., tetapi masih perlu itingkatkan dalam kompetensi menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan
6 C+ Cukup, Trampil tetapi masih perlu ditingkatkan dalam menguasai komptensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
7 C Kurang, trampil dalam menguasai kompetensi menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
8 C- Kurang trampil sekali dalam sebagian kompetensi, masih perlu bimbingan
9 D+ Belum tuntas
10 D Belum tuntas
C. SIKAP
No NILAI DESKRIPSI
1 A Menunjukkan sikap sangat baik sekali dalam menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
2 A- Menunjukkan sikap baik sekali dalam menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
3 B+ Menunjukkan sikap baik dalam menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
4 B Menunjukkan sikap baik dalam menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya., menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, tetapi masih perlu ditingkatkan dalam menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
5 B- Menunjukkan sikap baik dalam menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya, tetapi masih perlu ditingkatkan dalam menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
6 C+ Menunjukkan Sikap Cukup dalam menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya, menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
7 C Menunjukkan sikap kurang dalam menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya, dalam menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
8 C- Menunjukkan sikap kurang baik dalam menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya, dalam menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
9 D+ Menunjukkan sikap kurang baik sekali dalam menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya, dalam menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat, menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya, meniru perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada zaman Hindu Buddha dan Islam dalam kehidupannya sekarang, menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.
Surat AL-Hujarot Ayat 10-13
TUJUAN
• Peserta memahami hak-hak muslim terhadap saudaranya yang muslim
• Peserta mengetahui hal-hal yang dapat merusak persaudaraan
• Peserta memahami makna su’uzhon, ghibah, dan namimah
• Peserta memahami pentingnya persaudaraan dalam masyarakat
RINCIAN BAHASAN
• “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat nikmat.”
• “Hai orang-orang yang beriman,janganlah suatu kaum mengolok-olok suatu kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman, dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
• “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
• “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS.Al-Hujuraat: 10-13)
Allah SWT menegaskan dalam ayat 10 bahwa sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara seperti hubungan persaudaraan antara orang-orang seketurunan karena sama-sama menganut unsur keimanan yang sama dan kekal.
Setiap muslim memiliki hak atas saudaranya yang sesama muslim. Dalam hadits riwayat Bukhari dari Anas bin Malik, Rasulullah saw bersabda, “Orang muslim itu adalah saudara orang muslim,jangan berbuat aniaya kepadanya, jangan membuka aibnya, jangan menyerahkannya kepada musuh, dan jangan meninggikan bagian rumah sehingga menutup udara tetangganya kecuali dengan izinnya, jangan mengganggu tetangganya dengan asap makanan dari periuknya kecuali jika ia memberi segayung dari kuahnya. Jangan membeli buah-buahan untuk anak-anak, lalu dibawa keluar (diperlihatkan) kepada anak-anak tetangganya kecuali jika mereka diberi buah-buahan itu. “Kemudian Nabi saw bersabda, “Peliharalah (norma-norma pergaulan) tetapi (sayang) hanya sedikit di antara kamu yang memeliharanya. “Dalam hadits shahih lain yang dinyatakan, “Apabila seorang muslim mendo’akan saudaranya yang ghaib, maka malaikat berkata ‘Amin’, dan semoga kamu pun mendapat seperti itu.”
Dalam ayat 11 dan 12 Allah SWT menjelaskan bagaimana sebaiknya pergaulan di antara orang-orang beriman. Di dalamnya terdapat hal-hal yang diperingatkan Allah agar kaum beriman menjauhinya karena dapat merusak persaudaraan di antara mereka.
Diriwayatkan bahwa ayat 11 ini diturunkan berkenaan dengan tingkah laku kabilah Bani Tamim yang pernah berkunjung kepada Rasulullah saw lalu mereka memperolok-olokkan beberapa shahabat yang fakir-miskin, seperti Amar, Suhaib, Bilal, Khabbab, Salman al-Farisi, dll. karena pakaian mereka sangat sederhana.
Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa dan hartamu tetapi Ia memandang kepada hati dan perbuatanmu.”
Pada ayat ini pula Allah menyebutkan wanita secara khusus sebagai peringatan terhadap kebiasaan tercela kaum wanita dalam bergaul. Terdapat riwayat yang melatarbelakangi turunnya ayat ini ialah berkenaan dengan kisah Shafiyah binti Huyay bin Akhtab yang pernah datang menghadap Rasulullah saw dan melaporkan bahwa beberapa wanita di Madinah pernah menegur dia dengan kata-kata yang menyakitkan hati, seperti: “Hai perempuan Yahudi,Keturunan Yahudi dan sebagainya”, sehingga Nabi saw bersabda kepadanya, “Mengapa tidak engkau jawab saja, ayahku Nabi Harun, pamanku Nabi Musa, dan suamiku adalah Muhammad.”
Dalam ayat 10 Allah SWT memperingatkan kaum mukmin supaya jangan saling mengolokkan karena boleh jadi kaum yang diperolok-olokkan pada sisi Allah jauh lebih mulia dan terhormat dari mereka yang mengolok-olokkan dan kaum wanita pun jangan saling mengolokkan karena boleh jadi wanita yang diperolok-olokkan pada sisi Allah lebih baik dari wanita yang mengolok-olokkan.Kemudian Allah SWT melarang kaum mukmin mencela diri mereka sendiri karena mereka bagaikan satu tubuh yang diikat dengan persatuan.
Dilarang pula panggil-memanggil dengan gelar yang buruk seperti panggilan kepada seseorang yang sudah beriman dengan kata-kata : hai fasik,kafir,dsb. Panggilan yang buruk dilarang diucapkan karena gelar-gelar buruk itu dapat mengingatkan kefasikan setelah beriman. Barang siapa tidak bertaubat dari memanggil dengan gelar-gelar buruk maka akan menerima konsekuensi dari Allah berupa azab pada Hari Kiamat.
Dalam ayat 12 Allah SWT memberi peringatan kepada orang-orang yang beriman, supaya mereka menjauhkan diri dari su’uzhan / prasangka buruk terhadap orang-orang beriman. Jika mereka mendengar sebuah kalimat yang keluar dari saudaranya yang mukmin maka kalimat itu harus diberi tanggapan dan ditujukan kepada pengertian yang baik, jangan sampai timbul salh paham, apalagi menyelewengkannya sehingga menimbulkan fitnah dan prasangka. Kemudian Allah SWT menerangkan penyebab wajibnya orang mukmin menjauhkan diri dari prasangka yaitu karena sebagian prasangka itu mengandung dosa.
Allah melarang pula ghibah,namimah, dan mencari-cari aib orang lain. Mengenai definisi ghibah, Rasulullah saw bersabda, “Ghibah ialah engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu yang ia benci. “Si penanya kembali bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu bila yang diceritakannya itu benar ada padanya? “Rasulullah menjawab, “Kalau memang benar ada padanya, itu ghibah namanya. Jika tidak benar engkau berbuat buhtan (dusta).”(HR.Muslim,Tirmizi,Abu Daud, dan Ahmad). Sedangkan namimah dapat dibagi menjadi hamz (mencaci maki) dan lamz (mencela).(QS.Al-Humazah: 1)
Rasulullah mengecam orang yang suka ghibah dan mencari-cari kesalahan orang. Diriwayatkan oleh Abi Barzah al-Islami, sabda Rasulullah saw, “Wahai orang-orang yang beriman dengan lidahnya, tetapi iman itu belum masuk juga dalam hatinya, jangan sekali-kali kamu berghibah (bergunjing) terhadap kaum muslimin dan jangan sekali-kali mencari noda atau auratnya. Karena barang siapa mencari-cari noda mereka, maka Allah akan membalas pula dengan membuka noda-nodanya. Dan barang siapa yang diketahui kesalahannya oleh Allah, niscaya Dia akan menodai kehormatannya dalam lingkungan keluarganya sendiri.”
Adapun beberapa pengecualian dibolehkannya ghibah adalah sbb:
• Orang yang mazlum (dianiaya) menceritakan keburukan orang yang menzaliminya dalam rangka menuntut haknya.
• Jika bertujuan memberi nasehat pada kaum muslimin tentang agama dan dunia mereka.
• Dilakukan dengan niat baik dan mengharapkan ridha Allah semata.
Pada ayat 13, Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan-Nya bermacam-macam bangsa dan suku supaya saling mengenal dan saling menolong dalam kehidupan bermasyarakat. Dan tidak ada kemuliaan seseorang di sisi Allah kecuali dengan ketakwaannya.
Dalam suatu hadits riwayat Abu Hatim yang bersumber dari Ibnu Mulaikah berkenaan turunnya ayat ini ialah bahwa ketika fathu Makkah, Bilal naik ke atas Ka’bah untuk adzan. Beberapa orang berkata, “Apakah pantas budak hitam adzan di atas Ka’bah?”. Maka berkatalah yang lain, “Sekiranya Allah membenci orang ini, pasti Allah akan menggantinya. “Maka datanglah malaikat Jibril memberitahukan kepada Rasulullah saw apa yang mereka ucapkan. Maka turunlah ayat ini yang melarang manusia menyombongkan diri karena kedudukan,pangkat, kekayaan, dan keturunan dan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah dinilai dari derajat ketakwaannya.
Ayat ini juga menyatakan bahwa persaudaraan Islam berlaku untuk seluruh umat manusia tanpa dibatasi oleh bangsa, warna kulit, kekayaan dan wilayah melainkan didasari oleh ikatan aqidah. Persaudaraan merupakan pilar masyarakat Islam dan salah satu basis kekuatannya. “Seorang mukmin terhadap mukmin yang lainnya bagaikan bangunan yang saling mengikat dan menguatkan serta bagaikan jalinan antara jari-jemari.” (HR.Muttafaq’alaih dari Abu Musa r.a.)
Rasulullah saw pernah menganggap persaudaraan antar umat Islam adalah basis yang sangat penting sehingga hal yang dilakukan beliau adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar secara formal satu dengan yang lainnya ketika hijrah ke Madinah.
REFERENSI
• Al-Qur’an dan Tafsirnya, Universitas Islam Indonesia
• Ibnu Taimiyah,Imam Suyuthi,Imam Syaukani,Ghibah,Pustaka Al-Kautsar
• KH.Salah,dkk.,Asbabun Nuzul, Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-ayat Al-Qur’an,C.V. Diponegoro
• Ahmad Yani Wahid,Refleksi Ukhuwah,Telaah Persaudaraan Muslim,C.V. Tursina
Langganan:
Postingan (Atom)